Saturday, November 29, 2014

Tugas Biologi

BAB I
 Pendahuluan

1.      Latar belakang
Osmosis merupakan perpindahan molekul air melalui selaput semipermiabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer.

Osmosis merupakan salah satu bentuk perpindahan zat yang terjadi pada berbagai aktivitas , seperti perpindahan materi pada sel dan sebagainya. Ilmu pengetahuan modern khususnya sitologi yang mengkaji sel telah menelusuri bagaimana proses perpindahan materi dalam sel dan salah satunya adalah dengan metode osmosis.

Sebagai materi yang dijadikan sebagai kurikulum dalam pembelajaran, kegiatan praktikum untuk mempelajari osmosis dilaksanakan dalam rangka pembelajaran. Hali ini didasari pemikiran untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam aspek psikomotorik dan pengetahuan.

2.      Tujuan
·         Mengetahui reaksi yang terjadi pada telur yang dimasukkan dalam larutan cuka.
·         Menganalisa fenomena yang terjadi pada telur setelah direndam air cuka, kemudian dimasukkan ke dalam air jernih dan larutan gula.
·         Meningkatkan aspek psikomotorik siswa







BAB II
Metode Praktikum

1.      Waktu dan Tempat pelaksanaan
Wktui pelaksanaan praktikum dilakukan dalam selang waktu 3 hari dimulai pada hari Kamis 11 September 2014 hingga 13 September 2014. Pelaksanaan praktikum bertempat di kediaman Ridho Dafi Fauzan kelas XI IPA 5 SMAN 7 Tangerang Selatan.

2.      Alat dan Bahan
·         Wadah transparan (3 buah)
·         Air
·         Sirup
·         Cuka
·         Telur puyuh (2 buah)
·         Sendok

3.      Prosedur kerja
·         Siapkan alat dan bahan
·         Masukkan 2 buah telur puyuh kedalam wadah pertama, kemudian isi dengan cuka. Tunggu selama 3 hari.
·         Siapkan 2 buah wadah transparan lain, wadah pertama diisi dengan air biasa dan wadah ke dua diisi dengan sirup.
·         Angkat telur yang telah direndam menggunakan sendok lalu cuci.
·         Pindahkan  telur pertama ke wadah berisi air dan telur ke dua ke wadah berisi sirup.
·         Amati perbedaan yang terjadi







BAB III
Hasil dan Pembahasan

1.      Hasil
·         Hasil percobaan hari pertama, kulit telur mulai mengelupas.




















·         Hasil percobaan hari kedua, Kulit telur sepenuhnya terkelupas. Ukuran telur bertambah besar dibandingkan sebelumnya.













·         Percobaan hari ke tiga, telur pertama yang telah direndam di air cuka dipindahkan ke dalam wadah berisi air biasa, hasilnya telur semakin mengembang. Telur kedua dimasukkan ke dalam sirup dan hasilnya telur mengkerut.















 








      Telur dimasukkan ke dalam air biasa                        Telur dimasukkan ke dalam sirup




2.      Pembahasan
·         Dihari pertama saat telur puyuh dimasukkan kedalam cuka terjadi reaksi kimia sebagai berikut:
Itulah mengapa cangkang telur bisa larut terhadap cuka. Ketika telur diberikan atau direndam menggunakan asam asetat atau cuka dapur, maka akan terjadi reaksi kimia. Pada cangkang telur mengandung mengandung kalsium karbonat. Kalsium karbonat (CaCO3) inilah yang bereaksi dengan asam asetat atau cuka dapur membentuk ion kalsium dalam larutan sedangkan karbonat terurai menjadi CO2. CO2 yang dihasilkan dapat di amati dari gas-gas yang terbentuk pada saat penambahan asam asetat atau cuka dapur
·         Dihari kedua, telur menjadi seperti karet karena, sebagian asam asetat menembus atau menyelinap masuk melalui membran telur. Masuknya asam asetat ke dalam telur terjadi secara osmosis yaitu aliran suatu zat terlarut dari yang konsentrasi rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi.
·         Dihari ketiga dilakukan dua percobaan, yang pertama telur dimasukkan ke dalam air biasa dan yang kedua telur dimasukkan kedalam sirup. Berdasarkan data visual yang ada, telur yang dimasukkan kedalam air tampak membesar dibandingkan denga sebelumnya. Hal ini disebabkan konsentrasi air yang ada diluar benda lebih besar daripada yang berada didalam benda. Sehingga terjadi peristiwa osmosis dengan masuknya air kedalam telur melewati dinding telur sebagai membran semipermeabel. Hal sebaliknya berlaku pada telur yang dimasukkan kedalam sirup. Konsentrasi air pada sirup lebih rendah (hipotonis) dibandingkan konsentrasi yang ada pada telur (hipertonis) sehingga terjadi osmosis, dimana cairan yang berada dalam telur keluar melalui dinding telur sebagai membran semipermeabel. Hal ini menyebabkan terjadinya pengerutan pada telur.

BAB IV
Kesimpulan dan Penutup


1.      Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan,dapat disimpulkan bahwa osmosis dapat terjadi apabila terdapat perbedaan konsentrasi zat suatu larutan terhadap benda yang terpisah oleh membrane semipermeabel. Dalam hal ini osmosis bertujuan menyeimbangkan antara zat hipotonis dan hipertonis untuk menjadi isotonis. Banyak fenomena yang terjadi dikarenakan adanya peristiwa osmosis, sebagai contoh adalah apa yang terjadi didalam tubuh kita, tepatnya di sel darah merah.

2.      Penutup
Saya selaku penulis laporan melimpahkan rasa syukur atas terselesaikannya laporan ini. Dan tentunya tidak hanya sebagai pemenuhan nilai mata pelajaran Biologi, tetapi saya berharap bahwa laporan ini dapat bermanfaat bagi saya maupun orang lain.

Mohon maaf atas segala kelebihan dan kekurangan dalam laporan ini, semoga isi dan bentuk dari laporan ini dapat diterima dengan baik. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. bertujuan menyeimbangkan antara zat hipotonis dan hipertonis untuk menjadi isotonis. Banyak fenomena yang terjadi dikarenakan adanya peristiwa osmosis, sebagai contoh adalah apa yang terjadi didalam tubuh kita, tepatnya di sel darah merah.

2.      Penutup
Saya selaku penulis laporan melimpahkan rasa syukur atas terselesaikannya laporan ini. Dan tentunya tidak hanya sebagai pemenuhan nilai mata pelajaran Biologi, tetapi saya berharap bahwa laporan ini dapat bermanfaat bagi saya maupun orang lain.

Mohon maaf atas segala kelebihan dan kekurangan dalam laporan ini, semoga isi dan bentuk dari laporan ini dapat diterima dengan baik. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

No comments:

Post a Comment