BAB
I
Pendahuluan
1. Latar
belakang
Osmosis merupakan perpindahan molekul air melalui selaput semipermiabel
selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran
semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut,
yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu
fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan
pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi
yang lebih encer.
Osmosis merupakan salah satu bentuk
perpindahan zat yang terjadi pada berbagai aktivitas , seperti perpindahan
materi pada sel dan sebagainya. Ilmu pengetahuan modern khususnya sitologi yang
mengkaji sel telah menelusuri bagaimana proses perpindahan materi dalam sel dan
salah satunya adalah dengan metode osmosis.
Sebagai materi yang dijadikan sebagai
kurikulum dalam pembelajaran, kegiatan praktikum untuk mempelajari osmosis
dilaksanakan dalam rangka pembelajaran. Hali ini didasari pemikiran untuk
meningkatkan kemampuan siswa dalam aspek psikomotorik dan pengetahuan.
2. Tujuan
·
Mengetahui reaksi yang terjadi pada
telur yang dimasukkan dalam larutan cuka.
·
Menganalisa fenomena yang terjadi pada
telur setelah direndam air cuka, kemudian dimasukkan ke dalam air jernih dan
larutan gula.
·
Meningkatkan aspek psikomotorik siswa
BAB
II
Metode
Praktikum
1. Waktu
dan Tempat pelaksanaan
Wktui pelaksanaan praktikum dilakukan dalam selang
waktu 3 hari dimulai pada hari Kamis 11 September 2014 hingga 13 September
2014. Pelaksanaan praktikum bertempat di kediaman Ridho Dafi Fauzan kelas XI
IPA 5 SMAN 7 Tangerang Selatan.
2. Alat
dan Bahan
·
Wadah transparan (3 buah)
·
Air
·
Sirup
·
Cuka
·
Telur puyuh (2 buah)
·
Sendok
3. Prosedur
kerja
·
Siapkan alat dan bahan
·
Masukkan 2 buah telur puyuh kedalam
wadah pertama, kemudian isi dengan cuka. Tunggu selama 3 hari.
·
Siapkan 2 buah wadah transparan lain,
wadah pertama diisi dengan air biasa dan wadah ke dua diisi dengan sirup.
·
Angkat telur yang telah direndam
menggunakan sendok lalu cuci.
·
Pindahkan telur pertama ke wadah berisi air dan telur
ke dua ke wadah berisi sirup.
·
Amati perbedaan yang terjadi
BAB
III
Hasil
dan Pembahasan
1. Hasil
·
Hasil percobaan hari pertama, kulit
telur mulai mengelupas.
·
Hasil percobaan hari kedua, Kulit telur
sepenuhnya terkelupas. Ukuran telur bertambah besar dibandingkan sebelumnya.
·
Percobaan hari ke tiga, telur pertama
yang telah direndam di air cuka dipindahkan ke dalam wadah berisi air biasa,
hasilnya telur semakin mengembang. Telur kedua dimasukkan ke dalam sirup dan
hasilnya telur mengkerut.
Telur dimasukkan ke dalam air biasa Telur dimasukkan ke dalam sirup
2. Pembahasan
·
Dihari pertama saat telur puyuh
dimasukkan kedalam cuka terjadi reaksi kimia sebagai berikut:
Itulah
mengapa cangkang telur bisa larut terhadap cuka. Ketika telur diberikan atau
direndam menggunakan asam asetat atau cuka dapur, maka akan terjadi reaksi
kimia. Pada cangkang telur mengandung mengandung kalsium karbonat. Kalsium
karbonat (CaCO3) inilah yang bereaksi dengan asam asetat atau cuka dapur
membentuk ion kalsium dalam larutan sedangkan karbonat terurai menjadi CO2. CO2 yang
dihasilkan dapat di amati dari gas-gas yang terbentuk pada saat penambahan asam
asetat atau cuka dapur
·
Dihari kedua, telur menjadi seperti
karet karena, sebagian asam asetat menembus atau menyelinap masuk melalui
membran telur. Masuknya asam asetat ke dalam telur terjadi secara osmosis yaitu
aliran suatu zat terlarut dari yang konsentrasi rendah ke konsentrasi yang
lebih tinggi.
·
Dihari ketiga dilakukan dua percobaan,
yang pertama telur dimasukkan ke dalam air biasa dan yang kedua telur
dimasukkan kedalam sirup. Berdasarkan data visual yang ada, telur yang dimasukkan
kedalam air tampak membesar dibandingkan denga sebelumnya. Hal ini disebabkan
konsentrasi air yang ada diluar benda lebih besar daripada yang berada didalam
benda. Sehingga terjadi peristiwa osmosis dengan masuknya air kedalam telur
melewati dinding telur sebagai membran semipermeabel. Hal sebaliknya berlaku
pada telur yang dimasukkan kedalam sirup. Konsentrasi air pada sirup lebih
rendah (hipotonis) dibandingkan konsentrasi yang ada pada telur (hipertonis)
sehingga terjadi osmosis, dimana cairan yang berada dalam telur keluar melalui
dinding telur sebagai membran semipermeabel. Hal ini menyebabkan terjadinya
pengerutan pada telur.
BAB
IV
Kesimpulan
dan Penutup
1. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah
dilakukan,dapat disimpulkan bahwa osmosis dapat terjadi apabila terdapat
perbedaan konsentrasi zat suatu larutan terhadap benda yang terpisah oleh
membrane semipermeabel. Dalam hal ini osmosis bertujuan menyeimbangkan antara
zat hipotonis dan hipertonis untuk menjadi isotonis. Banyak fenomena yang
terjadi dikarenakan adanya peristiwa osmosis, sebagai contoh adalah apa yang
terjadi didalam tubuh kita, tepatnya di sel darah merah.
2. Penutup
Saya selaku penulis laporan melimpahkan
rasa syukur atas terselesaikannya laporan ini. Dan tentunya tidak hanya sebagai
pemenuhan nilai mata pelajaran Biologi, tetapi saya berharap bahwa laporan ini
dapat bermanfaat bagi saya maupun orang lain.
Mohon maaf atas segala kelebihan dan kekurangan
dalam laporan ini, semoga isi dan bentuk dari laporan ini dapat diterima dengan
baik. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. bertujuan menyeimbangkan antara
zat hipotonis dan hipertonis untuk menjadi isotonis. Banyak fenomena yang
terjadi dikarenakan adanya peristiwa osmosis, sebagai contoh adalah apa yang
terjadi didalam tubuh kita, tepatnya di sel darah merah.
2. Penutup
Saya selaku penulis laporan melimpahkan
rasa syukur atas terselesaikannya laporan ini. Dan tentunya tidak hanya sebagai
pemenuhan nilai mata pelajaran Biologi, tetapi saya berharap bahwa laporan ini
dapat bermanfaat bagi saya maupun orang lain.
Mohon maaf atas segala kelebihan dan kekurangan
dalam laporan ini, semoga isi dan bentuk dari laporan ini dapat diterima dengan
baik. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.






